Fakta Hubungan Antara Kecerdasan dan Lingkungan Sekitar

Kecerdasan merupakan salah satu pembawaan individu sejak lahir. Setiap orang memiliki tingkat kecerdasan sendiri-sendiri. Namun fakta membuktikan bahwa kecerdasan seseorang tidak hanya bergantung pada faktor genetik saja. Kecerdasan seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan, baik lingkungan keluarga atau pun lingkungan sekitarnya.


Fakta Hubungan Kecerdasan dengan Lingkungan Keluarga

Lingkungan sangat berpengaruh pada kecerdasan seseorang. Tingkat intelegensi anak-anak dapat dipengaruhi oleh tempat tinggal. Anak-anak yang tinggal di lingkungan yang baru bisa mengalami perubahan kecerdasan. Baik faktor lingkungan keluarga maupun lingkungan tempat tinggal, ini akan sangat berpengaruh pada kecerdasan seseorang

Keluarga menjadi faktor yang mendukung kecerdasan anak yang paling utama. Anak akan menghabiskan waktu yang sangat banyak di dalam lingkungan keluarga. Jika di dalam keluarga memiliki orang tua dengan tingkat intelegensi yang tinggi, maka anak-anak juga memiliki peluang yang besar untuk memiliki kecerdasan yang tinggi.

Untuk menjadikan seorang anak menjadi cerdas, stimulasi sangat penting untuk dilakukan. Stimulasi bisa dilakukan dengan cara fisik maupun emosional atau mental anak. Anak-anak tidak membutuhkan orang tua yang cerdas saja, namun butuh orang tua yang mampu memberikan stimulasi kepada anak-anaknya.

Orang tua bisa menstimulus anak-anaknya dengan cara memberikan rasa nyaman sejak kecil dan mencurahkan kasih sayang yang besar untuk anak. Lingkungan keluarga yang memberikan nilai moral juga akan membuat anak memiliki potensi kecerdasan yang maksimal. Sebaliknya, jika tidak ada stimulasi yang baik atau pola asuh yang buruk dari orang tua, ini akan membuat anak menjadi bingung, stres, dan dampaknya membuat tingkat kecerdasannya menjadi kurang maksimal.

Cara Sopan dan Cerdas Menghindari Tetangga Buruk di Masyarakat

Sopan santun dapat ditunjukkan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari bagaimana dia memperlakukan orang lain. Di Indonesia sendiri, nilai sopan santun sangat dijunjung tinggi saat seseorang sedang melakukan komunikasi kepada orang lain, terutama ketika berbicara dengan orang yang lebih tua.


Namun, sayangnya tidak semua orang dapat menerapkan nilai sopan santun tersebut dengan baik. Salah satu contohnya ialah adanya tetangga yang memiliki sikap dan kebiasaan buruk. Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk menghadapinya?

Inilah Cara Paling Sopan dan Cerdas Dalam Menghindari Tetangga Buruk di Masyarakat

Dalam menerapkan nilai sopan santun, kita tidak boleh memandang status orang lain, karena miskin dan kaya semuanya sama. Jadi kita harus memperlakukan mereka dengan tindakan yang sama. Jika Anda memiliki tetangga yang buruk dan Anda berniat untuk menjauhinya, maka ini cara yang baik dan sopan untuk dilakukan, antara lain:
Menjaga jarak dengan tetangga Anda

Langkah yang paling cerdas untuk menghindari tetangga yang bersifat buruk, Anda harus mulai memberikan jarak pada hubungan kalian berdua. Jika tetangga Anda mengajak untuk kumpul-kumpul atau meminta Anda untuk menemaninya ke suatu tempat, Anda bisa menolaknya secara halus. Anda bisa memberikan alasan yang tepat mengapa Anda tidak bisa memenuhi permintaannya. Jika alasan Anda logis, dia pasti akan mengerti sehingga tidak akan merasa tersinggung. Dengan demikian, hubungan kalian pun masih terjaga dengan baik.

Sukses Itu Dilihat dari Habitat atau Kebiasaan? Ini Faktanya

Setiap orang di dunia ini memiliki keinginan untuk sukses dalam hidupnya. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menuju kesuksesan. Anda bisa menempuh cara terbaik untuk menjadikan diri Anda sukses di masa depan Anda. Ternyata, sukses tidak hanya akan datang pada mereka yang memiliki pendidikan yang tinggi. Banyak orang yang sukses karena skill dan faktor keberuntungan yang mereka miliki. Namun faktanya, kebanyakan orang yang sukses adalah mereka yang memiliki kebiasaan yang baik.


Faktor Kebiasaan yang Membuat Hidup Sukses

Banyak kebiasaan-kebiasaan kecil yang membuat orang-orang menjadi sukses. Tidak ada salahnya untuk menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang baik di bawah ini untuk menjadikan Anda sukses.

1. Memiliki manajemen waktu yang baik

Habitat atau kebiasaan seseorang yang memiliki manajemen waktu yang baik merupakan faktor pendorong seseorang menjadi sukses. Waktu merupakan hal yang tidak mungkin bisa dipercepat atau diulang. Pengelolaan waktu yang sangat baik akan membuat Anda dihargai dalam pekerjaan. Itulah mengapa orang yang memiliki manajemen waktu yang baik akan lebih cepat sukses.

2. Tidak suka menunda

Salah satu kebiasaan yang buruk dan membuat kehidupan seseorang menjadi tidak sukses adalah selalu menunda-nunda pekerjaan. Banyak orang yang memiliki kebiasaan ini. Kebiasaan orang yang sukses adalah selalu melakukan pekerjaan dengan semangat tanpa menundanya. Maka, biasakanlah hal ini jika Anda ingin sukses di kehidupan Anda.

Perhitungan Hidup di Kontrakan Bagi Eksekutif Muda yang Baru Bekerja

Hidup di kontrakan menjadi pilihan bagi setiap orang yang memang belum mampu untuk membeli hunian sendiri. Mahalnya harga properti membuat sebagian besar orang memilih untuk mengontrak. Apalagi untuk mereka yang baru saja bekerja. Gaji yang belum banyak harus dipecah menjadi beberapa bagian agar bisa menghidupi kehidupan sehari-hari mulai dari membayar kontrakan, transportasi, hingga biaya makan.


Cara Menghitung Biaya Hidup di Kontrakan Untuk Anda yang Baru Bekerja

Membagi gaji untuk hidup di kontrakan harus dilakukan menggunakan ilmu atau landasan yang tepat. Seberapa besarpun gaji Anda tidak akan cukup jika Anda tidak bisa mengatur keuangan dengan baik. Bagi Anda yang baru bekerja dan tinggal di kontrakan, Anda bisa menghitung biaya hidup di kontrakan dengan baik agar hasil jerih payah Anda tetap bisa disisihkan untuk ditabung

1. Biaya utama

Biaya utama bagi Anda yang tinggal di kontrakan meliputi 3 macam hal. Ketiga hal tersebut adalah uang makan, uang tempat tinggal atau kontrakan, dan uang kesehatan.

a. Uang makan

Cara menghitung uang makan adalah memperhitungkan kira-kira biaya sekali makan. Contohnya, sekali makan 15 ribu maka sehari butuh 45 ribu. Sebulan, Anda akan membutuhkan 45.000 x 3 = 1.350.000. Ini hanya kira-kira saja, bisa lebih atau kurang. Sebisa mungkin jangan sampai kurang dan jika sisa, Anda bisa menabung sisa uang makan Anda.

b. Uang kontrakan

Uang kontrakan per bulan untuk kehidupan di kota besar kira-kira 500 ribu rupiah, bahkan bisa lebih.

c. Uang kesehatan

Perhitungkan biaya kesehatan. Jika Anda masih mengontrak dan baru bekerja, sebaiknya gunakan asuransi kesehatan untuk menghemat biaya.