Kontrakan Murah itu Buruk? Begini Kenyataan dan Fakta Pasar di Lapangan

Bagi seseorang yang belum memiliki dana yang cukup untuk membeli sebuah rumah maka menyewa kontrakan menjadi pilihan terbaik dan termudah yang bisa diambil. Meskipun mudah untuk menyewa kontrakan, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan saat ingin mengontrak, agar nantinya Anda akan terhindar dari resiko-resiko yang tidak diinginkan.

Saat ini sudah tersedia berbagai macam penawaran rumah kontrakan, mulai dari yang murah hingga yang mahal. Untuk sebagian orang kalangan menengah ke bawah pasti akan memiliki kontrakan murah. Namun, apakah kontrakan murah itu bagus atau malah justru sebaliknya?


Fakta Pasar Kontrakan Murah di Lapangan

Berikut ini ada beberapa penjelasan tentang fakta pasar kontrakan dengan harga yang murah.

1. Kondisi kelayakan kontrakan rumah

Kondisi rumah kontrakan, menjadi salah satu hal yang paling diperhatikan sebelum memutuskan untuk mengontrak. Kondisi dari bangunan rumah yang akan disewakan dapat menggambarkan kelayakan dari rumah tersebut. Sesuai dengan harga kontrakan murah yang ditawarkan, biasanya kondisi rumahnya pun sangat menyesuaikan.

Jadi, jika Anda lebih memilih menyewa rumah kontrakan dengan harga yang murah, maka jangan kaget jika kondisi rumahnya tidak sebagus dari kontrakan yang jauh lebih tinggi harganya. Meskipun rata-rata rumah kontrakan murah memiliki kelemahan dalam kondisi rumahnya, namun tidak semua kontrakan murah seperti itu. Terkadang, ada beberapa orang yang beruntung dan mendapatkan rumah layak huni yang sangat nyaman.

2. Fasilitas rumah kontrakan murah

Tidak hanya kondisi rumah, seseorang pun biasanya lebih tertarik dengan sebuah hunian kontrakan yang memiliki fasilitas lengkap. Pada umumnya, sebuah rumah dengan harga yang tinggi, sudah pasti memiliki beberapa fasilitas tambahan yang disertakan dengan promo harga awal. Jadi, saat Anda menyewa sebuah rumah, Anda tidak perlu kerepotan membeli barang ini dan itu untuk kebutuhan sehari-hari Anda. Namun, sayangnya untuk rumah kontrakan murah, akan sulit bagi Anda untuk mendapatkan fasilitas yang lengkap.

Untuk harga rumah kontrakan murah, biasanya tidak ada ketersediaan fasilitas lengkap atau bisa dikatakan fasilitasnya ala kadarnya. Oleh sebab itu, jika Anda ingin kelengkapan fasilitas tambahan maka Anda harus melengkapinya sendiri. Beberapa fasilitas kontrakan yang biasanya tidak ditemukan promo harga kontrakan murah ialah fasilitas tagihan seperti: cicilan air, cicilan, listrik, air bersih, dan masih banyak lainnya. Untuk mendapatkan fasilitas tersebut maka seseorang harus berani membayar lebih.

3. Letak rumah kontrakan

Berbeda dengan kontrakan yang harganya mahal, kontrakan murah biasanya terletak di lokasi yang kurang strategis. Jika ingin mendapatkan kontrakan yang dekat tempat kerja, dekat kampus, atau fasilitas umum lainnya, biasanya harga sewa rumah Jakarta Barat jauh lebih tinggi. Inilah perbedaan antara kontrakan rumah murah dan mahal, yaitu pada lokasinya. Anda harus memutuskan baik-baik karena ada konsekuensi yang diterima.

4. Kenyamanan kontrakan rumah

Hampir semua orang pasti menginginkan kontrakan dengan harga murah. Selain harganya yang terjangkau, customer pun pasti menginginkan kondisi kontrakan yang bersih dan terjaga. Hal itu karena kenyamanan merupakan hal pertama yang dapat membuat seseorang betah tinggal di rumah. Jika pada umumnya rumah kontrakan mahal memiliki kenyamanan yang ok, tapi beda ceritanya dengan rumah kontrakan murah.

Rumah kontrakan murah biasanya memiliki lokasi yang jauh dari perkotaan dan bahkan rumah ini memiliki letak di lokasi yang jauh dari kata bersih. Dengan begitu, kebersihan dan kenyamanannya pun kurang terjaga. Meskipun beberapa kontrakan murah ada yang memiliki letak yang bagus dan strategis, namun buktinya kebanyakan kontrakan murah memiliki lingkungan sekitar yang kurang baik.

Demikianlah fakta pasar kontrakan dengan harga yang murah. Hampir kebanyakan kontrakan dengan harga yang murah memiliki fasilitas dan kualitas yang kurang memuaskan. Meskipun tidak buruk, namun terkadang kurang pas di hati.

Fakta Hubungan Antara Kecerdasan dan Lingkungan Sekitar

Kecerdasan merupakan salah satu pembawaan individu sejak lahir. Setiap orang memiliki tingkat kecerdasan sendiri-sendiri. Namun fakta membuktikan bahwa kecerdasan seseorang tidak hanya bergantung pada faktor genetik saja. Kecerdasan seseorang juga dipengaruhi oleh lingkungan, baik lingkungan keluarga atau pun lingkungan sekitarnya.


Fakta Hubungan Kecerdasan dengan Lingkungan Keluarga

Lingkungan sangat berpengaruh pada kecerdasan seseorang. Tingkat intelegensi anak-anak dapat dipengaruhi oleh tempat tinggal. Anak-anak yang tinggal di lingkungan yang baru bisa mengalami perubahan kecerdasan. Baik faktor lingkungan keluarga maupun lingkungan tempat tinggal, ini akan sangat berpengaruh pada kecerdasan seseorang

Keluarga menjadi faktor yang mendukung kecerdasan anak yang paling utama. Anak akan menghabiskan waktu yang sangat banyak di dalam lingkungan keluarga. Jika di dalam keluarga memiliki orang tua dengan tingkat intelegensi yang tinggi, maka anak-anak juga memiliki peluang yang besar untuk memiliki kecerdasan yang tinggi.

Untuk menjadikan seorang anak menjadi cerdas, stimulasi sangat penting untuk dilakukan. Stimulasi bisa dilakukan dengan cara fisik maupun emosional atau mental anak. Anak-anak tidak membutuhkan orang tua yang cerdas saja, namun butuh orang tua yang mampu memberikan stimulasi kepada anak-anaknya.

Orang tua bisa menstimulus anak-anaknya dengan cara memberikan rasa nyaman sejak kecil dan mencurahkan kasih sayang yang besar untuk anak. Lingkungan keluarga yang memberikan nilai moral juga akan membuat anak memiliki potensi kecerdasan yang maksimal. Sebaliknya, jika tidak ada stimulasi yang baik atau pola asuh yang buruk dari orang tua, ini akan membuat anak menjadi bingung, stres, dan dampaknya membuat tingkat kecerdasannya menjadi kurang maksimal.

Cara Sopan dan Cerdas Menghindari Tetangga Buruk di Masyarakat

Sopan santun dapat ditunjukkan oleh seseorang dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini terlihat dari bagaimana dia memperlakukan orang lain. Di Indonesia sendiri, nilai sopan santun sangat dijunjung tinggi saat seseorang sedang melakukan komunikasi kepada orang lain, terutama ketika berbicara dengan orang yang lebih tua.


Namun, sayangnya tidak semua orang dapat menerapkan nilai sopan santun tersebut dengan baik. Salah satu contohnya ialah adanya tetangga yang memiliki sikap dan kebiasaan buruk. Lalu, bagaimana cara yang tepat untuk menghadapinya?

Inilah Cara Paling Sopan dan Cerdas Dalam Menghindari Tetangga Buruk di Masyarakat

Dalam menerapkan nilai sopan santun, kita tidak boleh memandang status orang lain, karena miskin dan kaya semuanya sama. Jadi kita harus memperlakukan mereka dengan tindakan yang sama. Jika Anda memiliki tetangga yang buruk dan Anda berniat untuk menjauhinya, maka ini cara yang baik dan sopan untuk dilakukan, antara lain:
Menjaga jarak dengan tetangga Anda

Langkah yang paling cerdas untuk menghindari tetangga yang bersifat buruk, Anda harus mulai memberikan jarak pada hubungan kalian berdua. Jika tetangga Anda mengajak untuk kumpul-kumpul atau meminta Anda untuk menemaninya ke suatu tempat, Anda bisa menolaknya secara halus. Anda bisa memberikan alasan yang tepat mengapa Anda tidak bisa memenuhi permintaannya. Jika alasan Anda logis, dia pasti akan mengerti sehingga tidak akan merasa tersinggung. Dengan demikian, hubungan kalian pun masih terjaga dengan baik.

Sukses Itu Dilihat dari Habitat atau Kebiasaan? Ini Faktanya

Setiap orang di dunia ini memiliki keinginan untuk sukses dalam hidupnya. Ada banyak hal yang bisa dilakukan untuk menuju kesuksesan. Anda bisa menempuh cara terbaik untuk menjadikan diri Anda sukses di masa depan Anda. Ternyata, sukses tidak hanya akan datang pada mereka yang memiliki pendidikan yang tinggi. Banyak orang yang sukses karena skill dan faktor keberuntungan yang mereka miliki. Namun faktanya, kebanyakan orang yang sukses adalah mereka yang memiliki kebiasaan yang baik.


Faktor Kebiasaan yang Membuat Hidup Sukses

Banyak kebiasaan-kebiasaan kecil yang membuat orang-orang menjadi sukses. Tidak ada salahnya untuk menjalankan kebiasaan-kebiasaan yang baik di bawah ini untuk menjadikan Anda sukses.

1. Memiliki manajemen waktu yang baik

Habitat atau kebiasaan seseorang yang memiliki manajemen waktu yang baik merupakan faktor pendorong seseorang menjadi sukses. Waktu merupakan hal yang tidak mungkin bisa dipercepat atau diulang. Pengelolaan waktu yang sangat baik akan membuat Anda dihargai dalam pekerjaan. Itulah mengapa orang yang memiliki manajemen waktu yang baik akan lebih cepat sukses.

2. Tidak suka menunda

Salah satu kebiasaan yang buruk dan membuat kehidupan seseorang menjadi tidak sukses adalah selalu menunda-nunda pekerjaan. Banyak orang yang memiliki kebiasaan ini. Kebiasaan orang yang sukses adalah selalu melakukan pekerjaan dengan semangat tanpa menundanya. Maka, biasakanlah hal ini jika Anda ingin sukses di kehidupan Anda.

Perhitungan Hidup di Kontrakan Bagi Eksekutif Muda yang Baru Bekerja

Hidup di kontrakan menjadi pilihan bagi setiap orang yang memang belum mampu untuk membeli hunian sendiri. Mahalnya harga properti membuat sebagian besar orang memilih untuk mengontrak. Apalagi untuk mereka yang baru saja bekerja. Gaji yang belum banyak harus dipecah menjadi beberapa bagian agar bisa menghidupi kehidupan sehari-hari mulai dari membayar kontrakan, transportasi, hingga biaya makan.


Cara Menghitung Biaya Hidup di Kontrakan Untuk Anda yang Baru Bekerja

Membagi gaji untuk hidup di kontrakan harus dilakukan menggunakan ilmu atau landasan yang tepat. Seberapa besarpun gaji Anda tidak akan cukup jika Anda tidak bisa mengatur keuangan dengan baik. Bagi Anda yang baru bekerja dan tinggal di kontrakan, Anda bisa menghitung biaya hidup di kontrakan dengan baik agar hasil jerih payah Anda tetap bisa disisihkan untuk ditabung

1. Biaya utama

Biaya utama bagi Anda yang tinggal di kontrakan meliputi 3 macam hal. Ketiga hal tersebut adalah uang makan, uang tempat tinggal atau kontrakan, dan uang kesehatan.

a. Uang makan

Cara menghitung uang makan adalah memperhitungkan kira-kira biaya sekali makan. Contohnya, sekali makan 15 ribu maka sehari butuh 45 ribu. Sebulan, Anda akan membutuhkan 45.000 x 3 = 1.350.000. Ini hanya kira-kira saja, bisa lebih atau kurang. Sebisa mungkin jangan sampai kurang dan jika sisa, Anda bisa menabung sisa uang makan Anda.

b. Uang kontrakan

Uang kontrakan per bulan untuk kehidupan di kota besar kira-kira 500 ribu rupiah, bahkan bisa lebih.

c. Uang kesehatan

Perhitungkan biaya kesehatan. Jika Anda masih mengontrak dan baru bekerja, sebaiknya gunakan asuransi kesehatan untuk menghemat biaya.